Rabu, 18 April 2012

Hargai Untuk DIhargai



..Barangsiapa merendahkan orang lain, dia merendahkan dirinya sendiri. Barangsiapa menghina keburukan orang lain, dia menyembunyikan keburukan dalam dirinya..”


Kadang saya terjerumus dalam percakapan mengenai keburukan orang lain, baik itu teman saya ataupun yang tidak sama sekali saya kenal. Jujur saja, dulu bagi saya membicarakan keburukan orang lain memang sesuatu yang sangat mengasyikan. Parahnya lagi, saat kita kehabisan bahan pembicaraan, maka kita mulai membicarakan keburukan orang lain.

Saya punya suatu pengalaman, ini mengenai bagaimana buruknya bila kita membicarakan orang lain. Jane (bukan nama sebenarnya), saya kenal dia dari seorang teman gereja bernama Rose (bukan nama sebenarnya). Secara fisik Jane bisa dikatakan sempurna, tinggi, berwajah manis, kulit eksotis, dan punya tubuh proposional. Awalnya saya sempat mengira dia seorang model. Dia punya pacar, Roy (bukan nama sebenarnya juga) seorang pria tambun, tidak ganteng, lebih pendek dari Jane, tapi tentu saja seperti pria jelek pada umumnya yang memiliki pacar cantik pasti dia kaya raya. (Upps.. saya lagi-lagi menjelek-jelekan orang lain). Tapi itulah kenyataanya. Jane dan Roy sudah berpacaran cukup lama, sekitar 2 atau 3 tahun. Hingga suatu hari mereka putus. Awalnya saya dan Rose hobi membicarakan hubungan mereka, Rose selalu mengatakan bahwa Jane tidak tulus pada Roy, Jane hanya tertarik pada kemapanannya. Sampai-sampai Rose mengatakan, bahwa dia sampai kapanpun tidak akan mau memiliki pacar yang hanya bermodalkan materi. Tuhan ternyata berkehendak lain, Rose dan Roy kini berpacaran dan kabar terakhir yang saya dengar mereka ingin menikah. Hello Rose, beruntung saya tidak menyebutkan nama aslimu disini. Sadarkah kamu kalo kamu sedang saya bicarakan di sini? Dan sadarkah kamu bahwa berjuta-juta orang membaca tentang kisahmu di sini? Mungkin ada diantara teman-teman Rose yang membicarakan dia seperti saat dia dulu membicarakan Jane. Karma itu, biar bagaimanapun saya tidak mempercayainya terkadang berlaku dalam kehidupan.

        Anda lebih baik tutup mulut rapat-rapat dalam beberapa hal, penting untuk melatih agar anda tidak membicarakan mengenai keburukan orang lain. Menghina kejelekan orang lain tidak akan membuat anda menjadi ganteng atau cantik, menghina kemiskinan orang lain tidak akan membuat anda menjadi kaya. Alih-alih membicarakan keburukan orang lain, ada baiknya kita bersyukur atas apa yang kita punya. Percaya deh tidak ada manusia yang terlahir sempurna, mereka yang buruk rupa ternyata punya suara yang bagus, mereka yang miskin ternyata diberkahi otak pintar. Sedangkan anda yang pintar membicarakan keburukan orang lain menunjukkan betapa buruknya diri anda, anda menunjukkan betapa takutnya anda akan keburukan anda yang akan diketahui oleh orang lain. Anda sedang mencari kambing hitam. Anda menghargai orang lain bukan untuk berharap orang lain menghargai diri anda, tapi untuk anda menunjukkan kualitas pribadi anda sendiri. Anda tidak akan pernah tau suatu saat nanti anda akan membutuhkan orang yang sekarang ini anda anggap rendah. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar